Gas Ledakan Beirut Dikonfirmasi Berbahaya, KBRI Imbau Seluruh WNI Pakai Masker!

Kedutaan Besar RI di Beirut, Libanon, mengimbau seluruh warga Indonesia yang berada di sana, terutama yang berada dekat dengan lokasi ledakan, untuk mengenakan masker, karena asap ledakan dinilai berbahaya.

Selain karena pandemi virus corona (Covid-19), imbauan penggunaan masker itu dikeluarkan KBRI menyusul bahan peledak yang meledak kemungkinan berasal dari bahan kimia yang memiliki risiko terhadap kesehatan.

KBRI di Beirut, Libanon, mengimbau seluruh WNI mengenakan masker karena asap akibat ledakan di pelabuhan dinilai membahayakan.
foto : AFP

“Sehubungan dengan insiden tersebut, seluruh WNI diimbau untuk menggunakan masker apabila memiliki akses terhadap udara luar mengingat bahan yang meledak merupakan bahan kimia dan memiliki potensi risiko terhadap kesehatan,” bunyi surat edaran KBRI Beirut, Rabu (5/8).

Imbauan serupa juga dikeluarkan Kedubes Amerika Serikat di Beirut. Dikutip CNN, Kedubes AS meminta orang-orang terutama warga Negeri Paman Sam mengenakan masker “menyusul laporan yang menyebutkan bahwa gas beracun muncul dan menyebar setelah ledakan terjadi”.

Dalam surat edarannya, KBRI Beirut juga meminta seluruh WNI untuk waspada namun tidak panik dan selalu mengikuti perkembangan situasi melalui media setempat dan media KBRI Beirut.

Seluruh WNI di Libanon juga diimbau untuk menghindari tempat-tempat yang berpotensi berbahaya.

“Upayakan untuk terus berada di dalam rumah/tempat aman dan menaati peraturan setempat,” kata KBRI Beirut.

KBRI Beirut juga meminta seluruh WNI memastikan identitas diri seperti paspor dan kartu izin tinggal serta identitas lainnya agar selalu dibawa.

KBRI Beirut telah mengaktifkan nomor darurat atau hotline ke +6915924676 (telepon) dan +96170817310 (WhatsApp) bagi WNI yang memerlukan bantuan maupun perlindungan.

“Seluruh WNI diimbau memberi informasi KBRI Beirut apabila ada pribadi maupun WNI terdekat yang terancam keselamatan maupun terdampak ledakan,” kata KBRI Beirut.

Setidaknya 70 orang tewas dan lebih dari 4.000 orang terluka akibat ledakan yang terjadi di pelabuhan Beirut sekitar pukul 18.00 waktu setempat.

Pihak berwenang Libanon menuturkan korban tewas dan terluka masih dapat bertambah menyusul evakuasi dan penyelamatan masih berlangsung.

Sejauh ini, pihak berwenang Libanon belum bisa memastikan penyebab ledakan. Namun, sumber ledakan berasal dari sebuah gudang di dekat pelabuhan ibu kota yang menyimpan 2.750 ton amonium nitrat.

Sebelum insiden terjadi, kebakaran dilaporkan terjadi di gudang tersebut.

Berdasarkan sejumlah video yang tersebar di media sosial, kepulan asap pekat terlihat membumbung tinggi ke langit Beirut beberapa detik kemudian ledakan besar terdengar sampai ke seluruh penjuru Beirut.

KBRI Libanon Minta WNI Aktif Lapor Usai Ledakan Beirut
foto : CNNIndonesia

Ledakan terdengar bersamaan dengan gelombang asap berbentuk jamur yang langsung menyapu wilayah sekitar sumber ledakan hingga puluhan kilometer.

Guncangan yang berasal dari kawasan pelabuhan itu menimbulkan suasana mencekam di ibu kota. Kaca rumah penduduk dan bangunan di sebagian Beirut terutama dekat sumber ledakan pecah dan terbakar.

Guncangan akibat ledakan dinilai hampir serupa dengan gempa bumi dengan magnitudo 3,3. Ledakan bahkan terdengar hingga Nicosia yang terletak di bagian timur Pulau Siprus yang berjarak 240 kilometer dari asal ledakan.

Sumber : VIVA.CO.ID, CNN Indonesia

Loading

You cannot copy content of this page