Salut! Para Pekerja Migran Turun ke Jalan Bagikan Makanan Gratis bagi Tunawisma di Taipei!

Para pekerja migran dan pelajar asing di Taiwan dikabarkan meluncurkan sebuah program amal pada hari Sabtu (01/08/2020), dimana mereka memberikan makanan gratis kepada para tunawisma sebagai ungkapan terima kasih kepada pemerintah Taiwan atas upayanya yang berhasil menghentikan penyebaran wabah virus corona asal Wuhan, China (COVID-19) di negeri Formosa.

A Vietnamese student hands out a packed lunch box to a homeless man near Taipei Main Station on Saturday
foto : CNANews

Program amal yang diberi nama Inisiatif Siswa Ikut Membantu  (SHIP) ini terdiri dari sekitar 20 pelajar asal Vietnam, serta warga imigran baru dan anak-anak mereka yang merupakan Jemaah dari Gereja Saint Christopher di Taipei.

Mereka turun ke jalan dan membagikan lebih dari 100 kotak makanan kepada para gelandangan yang ada di Stasiun Kereta Api Taipei, pusat transportasi utama di wilayah bagian utara Taiwan.

Para tunawisma tampak sangat senang menerima sumbangan makanan gratis yang dibagikan pada hari Sabtu tersebut. Akibat kesulitan ekonomi yang dihadapi para tunawisma di Stasiun Kereta Api Taipei mengatakan bahwa itu adalah makanan pertama yang mereka makan pada hari itu.

Sementara bagi sebagian tunawisma yang sedang tertidur, para relawan asing ini meletakkan sumbangan makanan gratis tersebut di samping tempat tidur para tunawisma.

“Terima kasih banyak,” kata seorang pria berusia 60-an tahun yang merasa terharu atas bantuan yang diberikan “Aku sudah menunggu sepanjang hari untuk makan ini,” katanya.

Vietnamese students with Daughters of Charity St. Joseph’s Community Sister Mary Nguyen (right)
foto : CNANews

Program ini mencerminkan rasa terima kasih yang dirasakan para migran dan mahasiswa internasional terhadap pemerintah Taiwan atas langkah-langkah pencegahannya yang cepat dan berhasil dalam menghambat wabah virus corona merebak di negeri Formosa, kata Pastor Gioan Tran Van Thiet, asisten pastor paroki di Gereja Saint Christopher’s.

“Program ini menunjukkan bahwa siswa internasional menghargai warga Taiwan dan bahwa mereka tidak hanya datang ke sini untuk belajar, tetapi juga dapat membantu warga masyarakat setempat,” kata Thiet.

Tam Nguyen, seorang mahasiswa asal Vietnam berusia 24 tahun yang sedang melanjutkan studi di Universitas Sains dan Teknologi Nasional Taiwan, mengatakan bahwa keberhasilan Taiwan dalam mengendalikan virus corona telah membantunya fokus pada studinya.

“Namun, situasi di Vietnam tidak begitu baik baru-baru ini dan saya mengkhawatirkan kondisi kerabat dan keluarga di kampung halaman saya,” kata Nguyen.

Menurut Thiet, program sumbangan makanan gratis ini akan terus diberikan pada hari Sabtu pertama setiap bulannya di berbagai lokasi di wilayah Taiwan bagian utara.

foto : CNANews

Tujuannya adalah untuk membantu orang-orang yang kehilangan tempat tinggal, orang tua dan anak-anak cacat, kata Thiet.

Ia menambahkan bahwa sumbangan makanan gratis ini juga akan tersedia di gereja untuk siswa internasional.

“Kami memesan makanan yang dimasak dari restoran, tetapi kami sedang mencari cara agar siswa membantu membuat makanan yang dibagikan. Dengan begitu, mereka bisa merasa lebih terlibat langsung dalam membantu orang-orang yang membutuhkan, ”tambah Thiet.

Sumber : CNANews, Taipei Times, Focus Taiwan

Loading

You cannot copy content of this page