Tak Mau Bayar Denda Usai Langgar Aturan Karantina COVID-19, Pria Ini Dibui!

Seorang pria yang merupakan warga negara Taiwan yang bermukim di kota Taoyuan, wilayah bagian utara Taiwan menjadi orang pertama di negeri Formosa yang ditahan karena menolak membayar denda setelah ia melanggar aturan karantina rumah selama 14 hari pada Februari 2020 lalu terkait pandemi COVID-19.

桃園市李姓男子(後右黑衣)因違反居家檢疫規定遭裁處新台幣100萬元,因不願繳納被拘提到案,行政執行署桃園分署並向桃園地院聲請管收獲准,李男也成為全台違反居家檢疫拒繳罰金被管收首例。(法務部行政執行署桃園分署提供)中央社記者吳睿騏桃園傳真 109年7月29日
foto : CNANews

Menurut siaran pers yang dikeluarkan oleh Administratif Badan Penegakan Hukum cabang Taoyuan pada hari Rabu (29/07/2020), pria 22 tahun, bermarga Li tersebut didenda NT$ 1 juta setelah ia meninggalkan lokasi karantina sebanyak 4 kali selama periode isolasi 14 hari.

Li diwajibkan menjalani karantina selama 14 hari setelah ia kembali ke Taiwan dari kota Xiamen di China pada tanggal 29 Februari 2020.

Jaksa penuntut mengatakan Li menolak membayar denda sejak dia menerima pemberitahuan resmi pada tanggal 12 Maret lalu dan mengabaikan upaya kontak yang dilakukan oleh polisi. Setelah diberi izin untuk menyita gaji pekerjaan Li dan membekukan rekening utamanya, jaksa hanya dapat mengumpulkan uang tunai sebesar NT$ 2.737 karena ia telah memindahkan semua propertinya ke tempat lain.

Para jaksa menunjukkan bahwa Li bahkan memanggil petugas pengadilan Kota Taoyuan untuk membantunya berbohong tentang transfer propertinya dan bersikeras bahwa dia tidak akan membayar denda tersebut. Mereka mengatakan dia juga bahkan tega meludahi petugas polisi selama pertemuan negosiasi yang dilakukan dalam menyelesaikan masalah ini, laporan media Yahoo News.

圖/TVBS
foto : TVBS

Pada hari Rabu pagi, Li ditahan oleh pihak berwenang tepat sebelum dia meninggalkan rumahnya bersama beberapa temannya. Jaksa penuntut mengatakan ia akan ditahan selama maksimal tiga bulan dan denda sebesar NT$ 1 juta yang ia hutangkan kepada negara akan dikurangkan dari penghasilannya di masa depan, laporan media CNANews.

Sumber : TVBS NEWS, Yahoo News, CNANews

 296 

You cannot copy content of this page